Search

Sabtu, 24 April 2010

Menghadapi Pikiran-Pikiran Bunuh Diri

By: Gogol

Membandingkan diri dengan orang-orang miskin dan malang yang masih bersemangat dan berjuang demi hidupnya tidak membantu anda? Anda tahu bahwa semua orang punya ceritanya masing-masing dan tetek bengek khas acara talk-show yang membagikan buku di setiap akhir acara tidak mengubah kualitas diri anda? Anda sedang membaca artikel yang benar untuk membunuh diri anda seperti seorang profesional.

Dispose, Aware, Act!

Saat anda berada dalam keadaan pikiran penuh ke-bunuh-diri-an atau suicidal toughts, anda tidak mengenal diri anda sebagaimana biasanya. Anda mungkin berpikir "Mengapa selama ini aku begitu buta tidak menyadari semua keburukan yang aku lakukan??!!" Pikirkan seperti ini: semua keburukan itu seperti kue yang gagal anda buat, dan yang harus anda lakukan pada kue gagal adalah membuangnya: Dispose. Karena tidak ada orang yang mau makan kue rasa rumput basah atau keras seperti kambing mentah, dan jangan korbankan diri anda memakannya sendiri (bertanggung jawab dan menerima hal buruk yang sebenarnya bisa diubah adalah dua hal yang berbeda).

Sekarang, anda mencari cara untuk benar-benar membuang sampah-sampah yang melekat di jalinan otot dan vena-vena, menumpang pada sel-sel darah merah anda... Anda harus menyadari bahwa keadaan ini sangat mungkin akan terulang di masa depan, pada episode-episode depresi selanjutnya sepanjang sisa hidup anda (meskipun tidak semua orang memiliki isu mental yang sama). Bayangkan diri anda saat ini (saat berada dalam suicidal thought), ini lelucon yang paling tidak lucu yang bisa dilakukan hidup. Anda dan Tuhan tahu anda didesain untuk tahan terhadap hal-hal seperti ini, hanya saja anda harus menyingkirkan rasa sakitnya yang mengiritasi. Maka, anda harus Aware tentang siapa diri anda yang sebenarnya dan mulai melangkah keluar dari irritating state ini.

Sekarang waktunya untuk mengambil tindakan...ACT! Saya lebih memilih ketergantungan obat penghilang rasa sakit ketimbang merusak sesuatu (atau seseorang). Tapi mungkin anda punya cara-cara lain. Lakukan apa saja yang bisa memberi ledakan rasa sakit yang besar...cukup besar untuk membuat anda merasa cukup dan kembali memegang kendali atas hidup anda (sebenarnya menyayat pergelangan tangan bekerja baik pada beberapa orang, tapi bukan dengan motivasi untuk mati, hanya untuk melepas rasa sakit dengan rasa sakit lain yang disengaja, karena melakukannya menguras seluruh tenaga untuk melalui satu unit rasa sakit masiv yang mendadak; sekalian bersenang-senang...).

Ingat, setiap rasa sakit, kecewa, marah, sedih, depresi, suicidal thought, masalah, dilema, kegilaan, difitnah, rasa ditelanjangi habis-habisan... Semua itu memiliki satu poin yang harus anda ingat:

Mereka bukan bertujuan membuat anda hancur, tetapi membuat anda menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Karena itu anda harus memanfaatkannya untuk memperoleh kekuatan baru yang lebih besar. Masalah bukan tentang klarifikasi bahwa anda tangguh dan simpatik, tetapi saat anda harus berusaha dengan cara-cara terbaik untuk keluar dari kawasan masalah, dan cara-cara itu tidak harus selalu membosankan. Buat lelucon seperti memarahi tangan anda sendiri saat menyayat pergelangan tangan, "Hey, hentikan itu! Itu sakit!" atau berakting seperti Jodie Foster dalam film-film aksi saat adegan ia sangat depresi saat anda menenggak pil penghilang rasa sakit (dua atau empat obat sakit kepala bisa melakukannya).

Semua tips yang saya gambarkan adalah buruk dan merusak diri, karena itu anda harus mencari cara-cara lain yang lebih "sehat" dan merangsang sisi "orang yang positif dan konyol" dalam diri anda. Dengan cara itu, anda akan menghadapi pikiran-pikiran tentang bunuh diri sebagai pribadi yang awesome (cobalah menyebut diri anda Pemakan Bayi dan lihat diri anda saat sedang depresi di depan cermin).

Semoga berhasil. See you on the other side...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

:: Tinggalkanlah komentar anda demi kemajuan kami sendiri ::